Pada PC yang menggunakan prosesor Pentium IV biasanya memiliki disain fan prosesor seperti pada gambar di bawah.
Kunci pengait rawan patah menyebabkan suhu prosesor naik karena keping pendingin loss contact dengan permukaan prosesor.
Tahukah
Anda bahwa keempat slot kunci fan yang berfungsi mengaitkan keping
pendingin fan dengan motherboard tersebut rawan patah? Jika itu terjadi
maka keping pendingin tidak akan melekat erat pada permukaan prosesor.
Akibatnya suhu prosesor akan naik dan panas tidak dapat dibuang secara
efektif. Setelah suhu prosesor mencapai titik tertentu maka komputer
akan hang atau restart. Kasus ini bisa diidentifikasi dari kecepatan
berputarnya fan pendingin prosesor. Biasanya kecepatan putaran fan
prosesor akan menurun jika suhu prosesor menurun. Jika kecepatan putar
fan pendingin selalu tinggi (kecuali disetting dari BIOS) bisa jadi
merupakan indikasi suhu prosesor tidak terbuang efektif karena keping
pendingin kurang melekat erat pada permukaan prosesor karena patahnya
kunci pengait.
Solusinya:
ganti fan prosesor. Anda tidak dapat membeli kunci pengaitnya saja,
kecuali memiliki fan prosesor bekas. Pasanglah fan prosesor yang baru
dengan benar. Jangan lupa untuk memberi thermal paste pada bagian keping
pendingin yang kontak dengan permukaan prosesor.
Jangan lupa memberi thermal paste di bawah keping pendingin.
Kemungkinan
sumber masalah yang lain adalah keping memori RAM. Jika usia
motherboard cukup tua, kemungkinan permukaan alur PCB RAM kotor karena
oksidasi sehingga menghalangi kontak dengan soket pada motherboard.
Solusinya, lepaslah semua RAM kemudian bersihkan alur PCB RAM dengan
menggunakan penghapus pensil yang baik. Sebelum dipasang kembali,
pastikan RAM telah bersih dari kotoran.
Bersihkan jalur PCB RAM dengan karet penghapus yang baik.
Dari pengalaman saya memperbaiki PC, kasus kerusakan fan pendingin prosesor yang lebih sering terjadi.
Semoga tips tersebut membantu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar